2
4
6
8

Pelatihan dan Pengembangan

Penataan dan Pengembangan Sistem PSDM

Pembimbingan dan Konsultasi

Seleksi dan Penempatan

DASAR: Pengembangan diri; Komunikasi Efektif; Time Management; Stress management;

KEPEMIMPINAN: Basic supervisory; Managing people; Coaching & mentoring; Effective feedback; Strategic leadership;

KHUSUS: Selection interview; Presentation skills; Training for trainers; Selling skills; Negotiation skills; Team building;

PENGELOLAAN SDM: Survey opini karyawan; Perbaikan Struktur Organisasi; Penyusunan Job description dan job evaluation; Sistem penilaian Kinerja; Sistem imbalan dan gaji; Jenjang karir; Budaya perusahaan;

PENGEMBANGAN SDM: Analisa kebutuhan pelatihan; Penyusunan desain pelatihan; Pembuatan alat evaluasi pelatihan; Pembuatan alat bantu pelatihan; Survey efektifitas pelatihan dan Pengelolaan potensi karyawan

PEMBIMBINGAN: Konsultasi individu untuk masalah pengelolaan dan pengembangan SDM; Coaching training need analysis; Coaching cara memberi feedback; coaching cara membuat desain dan evaluasi training;

KONSELING: Konseling karir; Konseling kinerja; Konseling pribadi; Konseling periapan pensiun;

Seleksi karyawan baru; Seleksi level staff dan karyawan; review potensi karyawan; Pemetaan potensi; Penempatan; Assessmen kompetensi;

Rekrutmen dan Potential Review – Yayasan Asisi

Sejak Mei, 2012, t&d Consulting bekerjasama dengan Bidang SDM dan Legal Yayasan St Fransiskus Asisi untuk menyelenggarakan jasa rekrutmen dan potential review rutin kepada kandidat guru, staf administrasi maupun mereka yang akan dipromosikan dari status kontrak ke tetap. Diskusi yang mendalam mengenai kebutuhan dan harapan Yayasan telah dituangkan dalam sejumlah kriteria yang lebih jelas dan dengan demikian memudahkan dalam proses penilaian dan pengukuran di dalam layanan psikotesnya. Metode yang dilakukan terdiri dari tes psikologi tertulis, diskusi kelompok dan wawancara. Metode ini masih juga dilengkapi dengan preliminary interview dan micro teaching dari pihak Yayasan dan Sekolah Asisi. Dengan metode yang komprehensif dan kriteria yang jelas, maka hanya kandidat-kandidat yang terbaik dan sesuai dengan nilai serta harapan Yayasan Asisi yang akan diterima untuk berkarya demi kemajuan anak didik dan Yayasan Asisi ke depan.

PEMIMPIN YANG MELAYANI

Adalah sebuah paradoks ketika kita menyandingkan konsep sebagai pemimpin dengan konsep melayani. Pemimpin biasanya dilayani, dan orang yang melayani biasanya bukanlah pemimpin.  Perjalanan menuju kepemimpinan yang dipahami adalah mendaki ke puncak. Tetapi penemuan penemuan di bidang kepemimpinan menunjukkan ke arah lain. Pemimpin yang besar adalah orang-orang yang mempunyai suatu cara untuk membantu orang lain agar mereka sukses, ada suatu gejala yaitu semua orang di sekeliling para pemimpin itu mekar bersemi.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang melayani, terdapat 5 tindakan dasar yang diperlukan :

  1. Melaju ke arah tujuan yang besar

Melaju ke Arah Tujuan yang Besar adalah tindakan pertama untuk menjadi Pemimpin yang melayani. Fokus seluruh energi pada tujuan yang lebih besar dari tujuan diri sendiri. Cukup penting untuk dijalani dalam hidup. Pemimpin yang melayani mengartikulasikan suatu tujuan dengan sedemikian memukau sehingga orang mau melaju (termotivasi) untuk mencapainya dengan memberikan upaya mereka yang terbaik. Misalnya menciptakan perbedaan dalam masyarakat.

  1. Membalikkan pyramid

Pemimpin yang melayani ada di bagian bawah organisasi untuk menopang kekuatan, bakat dan gairah dari orang-orang yang dilayaninya. Pemimpin yang melayani turun ke bagian dasar piramid dan Ia berkonsentrasi untuk membangun orang lain. Energi difokuskan pada pencapaian kesuksesan yang dilayani. Pemimpin memegang kendali untuk memberdayakan dan memastikan orang lain mendapatkan kendali. Pemimpin menampilkan kontribusi yang diberikan masing-masing individu. Ia mampu menangani dan mengendalikan egonya sendiri sekaligus membangun keyakinan serta harga diri orang lain untuk membuat situasi menjadi mungkin bagi tim untuk bekerja sama.

  1. Mendirikan tonggak

“Dengan segala tugas politiknya – menyatukan keseluruhan upaya pihak sipil dan militer – Ia menghabiskan separuh waktunya menempatkan orang, menemukan pribadi yang tepat untuk suatu tugas tertentu, pada saat tertentu”

————– Peter F Drucker, komentar untuk Jend. George C Marshall ————–

Kunci utamanya adalah memilih orang yang tepat untuk bergabung dengan tim, yakni orang-orang yang mempunyai ketrampilan serta nilai-nilai yang tepat, orang yang mendukung tujuan pencapaian organisasi. Disiplin dalam melakukan seleksi untuk mendukung operasi dengan standar kinerja yang tinggi. Pemimpin yang melayani membutuhkan sebuah tim yang dapat membantu dirinya untuk melayani orang lain. Pemimpin yang melayani menciptakan lingkaran calon pemimpin yang melayani sehingga hasil akan merambah lebih luas. Termasuk di dalamnya menentukan semua proses untuk memastikan adanya hasil. Kita menghendaki perkakas yang amat baik unyuk melayani, bukan hanya alat yang banyak.

Pemimpin yang melayani menentapkan standar yang tinggi dalam hal kinerja, lalu dengan konstan mendirikan tonggak (standar) bagi diri sendiri. Setiap saat mengharapkan lebih dan lebih baik lagi. Ada prinsip continous improvement, selalu melihat hasil yang adasebagai jembatan untuk mencapai hasil yang lebih tinggi lagi.

Kesimpulan : Selektif dalam memilih orang yang tepat sebagai pemimpin-pemimpin yang akan bekerja bersama. Dan yang kedua adalah secara terus menerus menciptakan spirit untuk berbuat lebih baik lagi. Pencapaian hakiki yang paling baik adalah menciptakan tantangan untuk senantiasa mencapai batas atas.

  1. Membuka jalan

Pemimpin yang melayani memiliki kewajiban mengajarkan beragam pengetahuan, ketrampilan dan strategi yang dibutuhkan orang di sekitarnya untuk mencapai sukses. Dan yang kedua adalah bekerja keras untuk menyingkirkan hambatan-hambatan yang menghadang mereka sehingga mereka dapat mencapai kemajuan. Hambatan itu bisa berupa cara pandang atas bakat yang salah, ketidaktahuan atas kemampuan yang ada di dalam diri, tidak tahu cara melakukannya, paradigma cepat puas diri, dll.

Ada 3 hal yang perlu di dalam proses membuka jalan ini, yaitu :

  • Pemimpin yang Melayani membangun organisasi yang belajar untuk menciptakan keunggulan di setiap tataran
  • Pemimpin yang mengajar konsisten dalam kinerja mereka – mereka belajar untuk mawas diri, untuk menjadi ahli dalam bidang mereka dan meningkatkan kompetensi mereka.
  • Pemimpin yang Melayani menyingkirkan hambatan agar orang lain mencapai sukses

Pada faktanya, jika kita ingin melakukan sesuatu yang benar-benar mengubah hidup seseorang, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah membuat orang tersebut menjadi partisipan aktif dalam prosesnya.

Banyak orang tidak mempunyai rasa memiliki terhadap suatu komunitas dimana dia berada. Komunitas baru akan terbentuk bila setiap orang menyingsingkan lengan baju dan ikut bekerja.

  1. Membangun kekuatan

Hal yang sering dianggap sebagai sebuah cara yang terbaik untuk meningkatkan diri adalah dengan menggarap kelemahan-kelemahan kita. Tetapi dalam Pemimpin yang Melayani, yang terbukti benar adalah kebalikannya. Kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik, akan lebih produktif bila kita mengalihkan perhatian dari kelemahan-kelemahan, dan fokus pada kekuatan diri yang dimiliki.

Tugas Pemimpin yang Melayani adalah memfokuskan setiap orang pada tim, organisasi dan komunitas untuk mengeluarkan kekuatan-kekuatan mereka.

Sebuah tim berkinerja tinggi disatukan dengan perhatian yang sangat besar agar kekuatan masing-masing pribadi dapat dimanfaatkan secara optimal dan sebaliknya, kelemahan-kelemahan dapat ditambal oleh individu yang lain di dalam tim. Orang yang menjalani hidup keseharian mereka dengan melatih kekuatan- kekuatan mereka akan menjadi lebih produktif dan sesungguhnya menjadi lebih bahagia.

Karenanya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan Anda, fokuslah pada kekuatan-kekuatan Anda. Anda tidak akan dapat membangun kekuatan, jika Anda tidak dapat melihat kekuatan tersebut. Jadilah penemu kekuatan dan penyambung kekuatan.

(Disarikan dari buku Servant Leadership- Ken Blanchard)

 

Mother Theresa

Never doubt that a small group of thoughtful, committed people can change the world. Indeed, it is the only thing that ever has.

 

Powered by WordPress | Designed by: Q9 Cybergate